To: my mother.....
I miss u so much...
DISAAT DAKU TUA......
Disaat daku tua bukan lagi diriku yang dulu.....
Maklumilah diriku dan bersabrlah..
Disaat aku menumpahkan kuah sayur di bajuku,dan disaat ku tak mengingat cara mengikat tali sepatu..
Ingatlah saat- saat sebagaimana daku membimbingmu unyuk melakukannya
Disaat daku mengulang ulang kata yang membosankan mu....
Bersabarlah mendengarkanku,jangan memotong ucapanku.di masa kecil mu,daku harus mengulang dan ,mengulang terus sebuah cerita yang telah saya ceritakan ribuan kali hingga kau terbui dalam mimpi...
Disaat daku membutuhkan muuntuk memandikan ku,
Jangan lah menyalahiku,ingat lah di masa kecil mu,Bagaimana daku dengan berbagai cara membujuk mu untuk mandi.
Disaat daku kebingingan menghadapi hal hal baru dan teknologi modern,
Janganlah menertawaiku
Renungkanlah bagaimana daku dengan sabar,menjawb setiap petanyaan “mengapa” yang engkau ajukan saat itu.
Disaat kaki ku tlah ,terlalu lwmah tuk berjalan,
Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku.
Bagaikan di masa kecilmu daku menuntunmu melangkahkan kaki untuk belajar berjalan.
Disaat daku melupakan topik pembicaraan kita,
Berikanlah sedikit waktu padaku untuk mengingat nya
Sebenarnya topik pembicaraan bukanlah hal yang penting bagiku, asalkan engkau berada di sisi ku untuk mendengar kan daku, daku tlah bahagia.
Disaat kau melihat diriku menua, jangan lah bersedih.
Maklumilah diriku, dukunglah daku,
Bagaikan daku terhadap mu
Di saat engkau mulai belajar teentang kehidupan
“dulu daku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini
Kini temanilah daku hingga akhir jalan hidup ku
Berikanlah cinta kasih dan kesabaranmu,
Daku akan menerimanya dengan rasa penuh syukur.
Di dalam senyuman ini, tertanam kasih ku yang tak terhingga padamu”
Ayah, ibu........ku ingin mengecup tangan mu satiap saat yang ku mau...kuingin kau hadir tuk slalu mendekap dalam tidur ku....Aku sangat menyangimu,,,namun rasa nya bibir ini kelu tuk mengungkap kan nya..mata ini pun tertunduk tuk menatap mu penuh harap.ketahuilah ayah, ibuku tersayang,,aku sangat menyangimu.......
"you can get anything with your self....just be your self n do the best" terkadang aku layaknya sebuah lilin yang mampu menerangi orang lain namun aku tak mampu menerangi diriku sendiri....* Mahasiswa Prodi IPI '2010 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.. LIBRAIAN IS An Interested JOb... keep your smile
Senin, 30 Mei 2011
hukum mengucapkan selamat hari natal....???
Selamat Natal Menurut Al-Qur'an
Bagamana sih pandangan umat islam trhadap perayaan hari natal???
Sakit perut menjelang persalinan, memaksa Maryam
bersandar ke pohon kurma. Ingin rasanya beliau
mati, bahkan tidak pernah hidup sama sekali.
Tetapi Malaikat Jibril datang menghibur: "Ada anak
sungai di bawahmu, goyanghan pangkal pohon kurma
ke arahmu, makan, minum dan senangkan hatimu.
Kalau ada yang datang katakan: 'Aku bernazar tidak
bicara.'"
"Hai Maryam, engkau melakukan yang amat buruk.
Ayahmu bukan penjahat, ibumu pun bukan penzina,"
demikian kecaman kaumnya, ketika melihat bayi di
gendongannya. Tetapi Maryam terdiam. Beliau hanya
menunjuk bayinya. Dan ketika itu bercakaplah sang
bayi menjelaskan jati dirinya sebagai hamba Allah
yang diberi Al-Kitab, shalat, berzakat serta
mengabdi kepada ibunya. Kemudian sang bayi berdoa:
"Salam sejahtera (semoga) dilimpahkan kepadaku
pada hari kelahiranku, hari wafatku, dan pada hari
ketika aku dibangkitkan hidup kembali."
Itu cuplikan kisah Natal dari Al-Quran Surah Maryam ayat 34.
Dengan demikian, Al-Quran mengabadikan dan merestui ucapan
selamat Natal pertama dari dan untuk Nabi mulia itu, Isa a.s
Terlarangkah mengucapkan salam semacam itu? Bukankah
Al-Quran telah memberikan contoh? Bukankah ada juga salam
yang tertuju kepada Nuh, Ibrahim, Musa, Harun, keluarga
Ilyas, serta para nabi lainnya? Setiap Muslim harus percaya
kepada Isa a.s. seperti penjelasan ayat di atas, juga harus
percaya kepada Muhammad saw., karena keduanya adalah hamba
dan utusan Allah. Kita mohonkan curahan shalawat dan salam
untuk. mereka berdua sebagaimana kita mohonkan untuk seluruh
nabi dan rasul. Tidak bolehkah kita merayakan hari lahir
(natal) Isa a.s.? Bukankah Nabi saw. juga merayakan hari
keselamatan Musa a.s. dari gangguan Fir'aun dengan berpuasa
'Asyura, seraya bersabda, "Kita lebih wajar merayakannya
daripada orang Yahudi pengikut Musa a.s."
Bukankah, "Para Nabi bersaudara hanya ibunya yang berbeda?"
seperti disabdakan Nabi Muhammad saw.? Bukankah seluruh umat
bersaudara? Apa salahnya kita bergembira dan menyambut
kegembiraan saudara kita dalam batas kemampuan kita, atau
batas yang digariskan oleh anutan kita? Demikian lebih
kurang pandangan satu pendapat.
Banyak persoalan yang berkaitan dengan kehidupan Al-Masih
yang dijelaskan oleh sejarah atau agama dan telah
disepakati, sehingga harus diterima. Tetapi, ada juga yang
tidak dibenarkan atau diperselisihkan. Disini, kita berhenti
untuk merujuk kepercayaan kita.
Isa a.s. datang mermbawa kasih, "Kasihilah seterumu dan
doakan yang menganiayamu." Muhammad saw. datang membawa
rahmat, "Rahmatilah yang di dunia, niscaya yang di langit
merahmatimu." Manusia adalah fokus ajaran keduanya; karena
itu, keduanya bangga dengan kemanusiaan.
Isa menunjuk dirinya sebagai "anak manusia," sedangkan
Muhammad saw. diperintah:kan oleh Allah untuk berkata: "Aku
manusia seperti kamu." Keduanya datang membebaskan manusia
dari kemiskinan ruhani, kebodohan, dan belenggu penindasan.
Ketika orang-orang mengira bahwa anak Jailrus yang sakit
telah mati, Al-Masih yang menyembuhkannya meluruskan
kekeliruan mereka dengan berkata, "Dia tidak mati, tetapi
tidur." Dan ketika terjadi gerhana pada hari wafatnya putra
Muhammad, orang berkata: "Matahari mengalami gerhana karena
kematiannya." Muhammad saw. lalu menegur, "Matahari tidak
mengalami gerhana karena kematian atau kehahiran seorang."
Keduanya datang membebaskan maanusia baik yang kecil, lemah
dan tertindas -dhu'afa' dan al-mustadh'affin dalam istilah
Al-Quran.
Bukankah ini satu dari sekian titik temu antara Muhammad dan
Al-Masih? Bukankah ini sebagian dari kandungan Kalimat Sawa'
(Kata Sepakat) yang ditawarkan Al-Quran kepada penganut
Kristen (dan Yahudi (QS 3:64)? Kalau demikian, apa salahnya
mengucapkan selamat natal, selama akidah masih dapat
dipelihara dan selama ucapan itu sejalan dengan apa yang
dimaksud oleh Al-Quran sendiri yang telah mengabadikan
selamat natal itu?
Itulah antara lain alasan yang membenarkan seorang Muslim
mengucapkan selamat atau menghadiri upacara Natal yang bukan
ritual . Di sisi lain, marilah kita menggunakan kacamata
yang melarangnya.
Agama, sebelum negara, menuntut agar kerukunan umat
dipelihara. Karenanya salah, bahkan dosa, bila kerukunan
dikorbankan atas nama agama. Tetapi, juga salah serta dosa
pula, bila kesucian akidah ternodai oleh atau atas nama
kerukunan.
Teks keagamaan yang berkaitan dengan akidah sangat jelas,
dan tidak juga rinci. Itu semula untuk menghindari kerancuan
dan kesalahpahaman. Bahkan Al-Q!uran tidak menggunakan satu
kata yang mungkin dapat menimbulkan kesalahpahaman, sampai
dapat terjamin bahwa kata atau kalimat itu, tidak
disalahpahami. Kata "Allah," misalnya, tidak digunakan oleh
Al-Quran, ketika pengertian semantiknya yang dipahami
masyarakat jahiliah belum sesuai dengan yang dikehendaki
Islam. Kata yang digunakan sebagai ganti ketika itu adalah
Rabbuka (Tuhanmu, hai Muhammad) Demikian terlihat pada
wahlyu pertama hingga surah Al-Ikhlas. Nabi saw. sering
menguji pemahaman umat tentang Tuhan. Beliau tidak sekalipun
bertanya, "Dimana Tuhan?" Tertolak riwayat sang menggunakan
redaksi itu karena ia menimbulkan kesan keberadaan Tuhan
pada satu tempat, hal yang mustahil bagi-Nya dan mustahil
pula diucapkan oleh Nabi. Dengan alasan serupa, para ulama
bangsa kita enggan menggunakan kata "ada" bagi Tuhan,
tetapi "wujud Tuhan."
Natalan, walaupun berkaitan dengan Isa Al-Masih, manusia
agung lagi suci itu, namun ia dirayakan oleh umat Kristen
yang pandangannya terhadap Al-Masih berbeda dengan pandangan
Islam. Nah, mengucapkan "Selamat Natal" atau menghadiri
perayaannya dapat menimbulkan kesalahpahaman dan dapat
mengantar kepada pengaburan akidah. Ini dapat dipahami
sebagai pengakuan akan ketuhanan Al-Masih, satu keyakinan
yang secara mutlak bertentangan dengan akidah Islam. Dengan
kacamata itu, lahir larangan dan fatwa haram itu,
sampai-sampai ada yang beranggapan jangankan ucapan selamat,
aktivitas apa pun yang berkaitan dengan Natal tidak
dibenarkan, sampai pada jual beli untuk keperluann Natal.
Adakah kacamata lain? Mungkin!
Nb.di kutip dari bukunya m.quraishihab,”membumikan al-qur’an
Bagamana sih pandangan umat islam trhadap perayaan hari natal???
Sakit perut menjelang persalinan, memaksa Maryam
bersandar ke pohon kurma. Ingin rasanya beliau
mati, bahkan tidak pernah hidup sama sekali.
Tetapi Malaikat Jibril datang menghibur: "Ada anak
sungai di bawahmu, goyanghan pangkal pohon kurma
ke arahmu, makan, minum dan senangkan hatimu.
Kalau ada yang datang katakan: 'Aku bernazar tidak
bicara.'"
"Hai Maryam, engkau melakukan yang amat buruk.
Ayahmu bukan penjahat, ibumu pun bukan penzina,"
demikian kecaman kaumnya, ketika melihat bayi di
gendongannya. Tetapi Maryam terdiam. Beliau hanya
menunjuk bayinya. Dan ketika itu bercakaplah sang
bayi menjelaskan jati dirinya sebagai hamba Allah
yang diberi Al-Kitab, shalat, berzakat serta
mengabdi kepada ibunya. Kemudian sang bayi berdoa:
"Salam sejahtera (semoga) dilimpahkan kepadaku
pada hari kelahiranku, hari wafatku, dan pada hari
ketika aku dibangkitkan hidup kembali."
Itu cuplikan kisah Natal dari Al-Quran Surah Maryam ayat 34.
Dengan demikian, Al-Quran mengabadikan dan merestui ucapan
selamat Natal pertama dari dan untuk Nabi mulia itu, Isa a.s
Terlarangkah mengucapkan salam semacam itu? Bukankah
Al-Quran telah memberikan contoh? Bukankah ada juga salam
yang tertuju kepada Nuh, Ibrahim, Musa, Harun, keluarga
Ilyas, serta para nabi lainnya? Setiap Muslim harus percaya
kepada Isa a.s. seperti penjelasan ayat di atas, juga harus
percaya kepada Muhammad saw., karena keduanya adalah hamba
dan utusan Allah. Kita mohonkan curahan shalawat dan salam
untuk. mereka berdua sebagaimana kita mohonkan untuk seluruh
nabi dan rasul. Tidak bolehkah kita merayakan hari lahir
(natal) Isa a.s.? Bukankah Nabi saw. juga merayakan hari
keselamatan Musa a.s. dari gangguan Fir'aun dengan berpuasa
'Asyura, seraya bersabda, "Kita lebih wajar merayakannya
daripada orang Yahudi pengikut Musa a.s."
Bukankah, "Para Nabi bersaudara hanya ibunya yang berbeda?"
seperti disabdakan Nabi Muhammad saw.? Bukankah seluruh umat
bersaudara? Apa salahnya kita bergembira dan menyambut
kegembiraan saudara kita dalam batas kemampuan kita, atau
batas yang digariskan oleh anutan kita? Demikian lebih
kurang pandangan satu pendapat.
Banyak persoalan yang berkaitan dengan kehidupan Al-Masih
yang dijelaskan oleh sejarah atau agama dan telah
disepakati, sehingga harus diterima. Tetapi, ada juga yang
tidak dibenarkan atau diperselisihkan. Disini, kita berhenti
untuk merujuk kepercayaan kita.
Isa a.s. datang mermbawa kasih, "Kasihilah seterumu dan
doakan yang menganiayamu." Muhammad saw. datang membawa
rahmat, "Rahmatilah yang di dunia, niscaya yang di langit
merahmatimu." Manusia adalah fokus ajaran keduanya; karena
itu, keduanya bangga dengan kemanusiaan.
Isa menunjuk dirinya sebagai "anak manusia," sedangkan
Muhammad saw. diperintah:kan oleh Allah untuk berkata: "Aku
manusia seperti kamu." Keduanya datang membebaskan manusia
dari kemiskinan ruhani, kebodohan, dan belenggu penindasan.
Ketika orang-orang mengira bahwa anak Jailrus yang sakit
telah mati, Al-Masih yang menyembuhkannya meluruskan
kekeliruan mereka dengan berkata, "Dia tidak mati, tetapi
tidur." Dan ketika terjadi gerhana pada hari wafatnya putra
Muhammad, orang berkata: "Matahari mengalami gerhana karena
kematiannya." Muhammad saw. lalu menegur, "Matahari tidak
mengalami gerhana karena kematian atau kehahiran seorang."
Keduanya datang membebaskan maanusia baik yang kecil, lemah
dan tertindas -dhu'afa' dan al-mustadh'affin dalam istilah
Al-Quran.
Bukankah ini satu dari sekian titik temu antara Muhammad dan
Al-Masih? Bukankah ini sebagian dari kandungan Kalimat Sawa'
(Kata Sepakat) yang ditawarkan Al-Quran kepada penganut
Kristen (dan Yahudi (QS 3:64)? Kalau demikian, apa salahnya
mengucapkan selamat natal, selama akidah masih dapat
dipelihara dan selama ucapan itu sejalan dengan apa yang
dimaksud oleh Al-Quran sendiri yang telah mengabadikan
selamat natal itu?
Itulah antara lain alasan yang membenarkan seorang Muslim
mengucapkan selamat atau menghadiri upacara Natal yang bukan
ritual . Di sisi lain, marilah kita menggunakan kacamata
yang melarangnya.
Agama, sebelum negara, menuntut agar kerukunan umat
dipelihara. Karenanya salah, bahkan dosa, bila kerukunan
dikorbankan atas nama agama. Tetapi, juga salah serta dosa
pula, bila kesucian akidah ternodai oleh atau atas nama
kerukunan.
Teks keagamaan yang berkaitan dengan akidah sangat jelas,
dan tidak juga rinci. Itu semula untuk menghindari kerancuan
dan kesalahpahaman. Bahkan Al-Q!uran tidak menggunakan satu
kata yang mungkin dapat menimbulkan kesalahpahaman, sampai
dapat terjamin bahwa kata atau kalimat itu, tidak
disalahpahami. Kata "Allah," misalnya, tidak digunakan oleh
Al-Quran, ketika pengertian semantiknya yang dipahami
masyarakat jahiliah belum sesuai dengan yang dikehendaki
Islam. Kata yang digunakan sebagai ganti ketika itu adalah
Rabbuka (Tuhanmu, hai Muhammad) Demikian terlihat pada
wahlyu pertama hingga surah Al-Ikhlas. Nabi saw. sering
menguji pemahaman umat tentang Tuhan. Beliau tidak sekalipun
bertanya, "Dimana Tuhan?" Tertolak riwayat sang menggunakan
redaksi itu karena ia menimbulkan kesan keberadaan Tuhan
pada satu tempat, hal yang mustahil bagi-Nya dan mustahil
pula diucapkan oleh Nabi. Dengan alasan serupa, para ulama
bangsa kita enggan menggunakan kata "ada" bagi Tuhan,
tetapi "wujud Tuhan."
Natalan, walaupun berkaitan dengan Isa Al-Masih, manusia
agung lagi suci itu, namun ia dirayakan oleh umat Kristen
yang pandangannya terhadap Al-Masih berbeda dengan pandangan
Islam. Nah, mengucapkan "Selamat Natal" atau menghadiri
perayaannya dapat menimbulkan kesalahpahaman dan dapat
mengantar kepada pengaburan akidah. Ini dapat dipahami
sebagai pengakuan akan ketuhanan Al-Masih, satu keyakinan
yang secara mutlak bertentangan dengan akidah Islam. Dengan
kacamata itu, lahir larangan dan fatwa haram itu,
sampai-sampai ada yang beranggapan jangankan ucapan selamat,
aktivitas apa pun yang berkaitan dengan Natal tidak
dibenarkan, sampai pada jual beli untuk keperluann Natal.
Adakah kacamata lain? Mungkin!
Nb.di kutip dari bukunya m.quraishihab,”membumikan al-qur’an
wise word from Mario Teguh
Pura-pura
Jika kita belum menjadi apa yang kita inginkan (yang baik tentunya) maka berlakulah seolah-olah sudah menjadi atau akan menjadi pribadi yang kita inginkan tersebut
Apabila kita konsisten pura-pura seolah-olah sudah menjadi, cepat atau
lambat kita akan menjadi terbiasa, dan sering tanpa kita sadari,
kita sudah menjadi pribadi yang kita inginkan tersebut
Pura-pura adalah cara untuk membangun kualitas pribadi yang lebih
dewasa, yang lebih tinggi kelasnya, karena orang-orang yang berada pada
kelas di bawah tidak memiliki kualitas-kualitas untuk ditampilkan pada pergaulan kelas di atasnya
Berpura-pura ini tidak negatif karena berpura-pura adalah cara untuk
membayar di muka sesuatu kedewasaan yang kita belum miliki
Berpura-pura untuk tidak takut, tidak nervous tampil di lingkungan yang
lebih senior - bukan sebuah dosa, bukan sebuah penipuan tetapi upaya
penyelamatan diri, sehingga kita bisa tampil pada kedewasaan yang belum kita miliki
Pura-pura itu sesuatu yang perlu dan mohon dibedakan dengan kepalsuan
Mungkin memang ada orang-orang yang diberi kelebihan dapat meramalkan masa depan, namun banyak juga yang pura-pura, palsu atau mengaku dapat meramal. Terlepas palsu atau tidak peramalnya dan apapun ramalannya, memang seharusnya kita harus lebih teliti dalam menilai keadaan ataupun kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, agar kita tidak tertipu
Maka jelaslah pandangan kita, jelaskanlah pengertian kita dalam
menghadapi masa depan yang sudah mulai datang pada detik berikut ini dan
detik-detik berikutnya
Kepura-puraan yang baik dan kepalsuan datang kepada kita dalam pakain
yang sama
Sehingga dibutuhkan satu cara untuk membedakan kepura-puraan yang baik
dan kepalsuan yang bisa merugikan kita
Cara yang paling sederhana adalah bertanya, apakah kepura-puraan ini,
apakah kepalsuan ini mendatangkan kebaikan bagi saya
Atau apakah kepura-puraan yang ditujukan kepada saya ini, menjadikan
saya menjadi orang yang lebih baik, lebih penting, lebih berguna bagi
orang lain
Apakah cara yang digunakan orang, semanis apapun cara yang disampaikan
kepada saya, apabila itu membuat saya merugikan saya sendiri, merugikan
orang lain, maka cara-cara itu selalu cara-cara yang harus dicurigai
Orang-orang yang teliti menilai setiap pendekatan kepada dirinya menjadi
orang-orang yang lebih sulit tertipu
Jika kita belum menjadi apa yang kita inginkan (yang baik tentunya) maka berlakulah seolah-olah sudah menjadi atau akan menjadi pribadi yang kita inginkan tersebut
Apabila kita konsisten pura-pura seolah-olah sudah menjadi, cepat atau
lambat kita akan menjadi terbiasa, dan sering tanpa kita sadari,
kita sudah menjadi pribadi yang kita inginkan tersebut
Pura-pura adalah cara untuk membangun kualitas pribadi yang lebih
dewasa, yang lebih tinggi kelasnya, karena orang-orang yang berada pada
kelas di bawah tidak memiliki kualitas-kualitas untuk ditampilkan pada pergaulan kelas di atasnya
Berpura-pura ini tidak negatif karena berpura-pura adalah cara untuk
membayar di muka sesuatu kedewasaan yang kita belum miliki
Berpura-pura untuk tidak takut, tidak nervous tampil di lingkungan yang
lebih senior - bukan sebuah dosa, bukan sebuah penipuan tetapi upaya
penyelamatan diri, sehingga kita bisa tampil pada kedewasaan yang belum kita miliki
Pura-pura itu sesuatu yang perlu dan mohon dibedakan dengan kepalsuan
Mungkin memang ada orang-orang yang diberi kelebihan dapat meramalkan masa depan, namun banyak juga yang pura-pura, palsu atau mengaku dapat meramal. Terlepas palsu atau tidak peramalnya dan apapun ramalannya, memang seharusnya kita harus lebih teliti dalam menilai keadaan ataupun kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, agar kita tidak tertipu
Maka jelaslah pandangan kita, jelaskanlah pengertian kita dalam
menghadapi masa depan yang sudah mulai datang pada detik berikut ini dan
detik-detik berikutnya
Kepura-puraan yang baik dan kepalsuan datang kepada kita dalam pakain
yang sama
Sehingga dibutuhkan satu cara untuk membedakan kepura-puraan yang baik
dan kepalsuan yang bisa merugikan kita
Cara yang paling sederhana adalah bertanya, apakah kepura-puraan ini,
apakah kepalsuan ini mendatangkan kebaikan bagi saya
Atau apakah kepura-puraan yang ditujukan kepada saya ini, menjadikan
saya menjadi orang yang lebih baik, lebih penting, lebih berguna bagi
orang lain
Apakah cara yang digunakan orang, semanis apapun cara yang disampaikan
kepada saya, apabila itu membuat saya merugikan saya sendiri, merugikan
orang lain, maka cara-cara itu selalu cara-cara yang harus dicurigai
Orang-orang yang teliti menilai setiap pendekatan kepada dirinya menjadi
orang-orang yang lebih sulit tertipu
cuma cerita
Asalamulaikum,,,
Hmmm...hari ini 17 mei 2011...hari yang sangat menyenangkan untuk ku.....yaaah meski hari – hari belakangan ini aku di sibuk kan dengan berbagai aktivitas ku di kopma....hari ini pukul 08.00 agenda q belajar kelompok di maskam untuk ngerjain tugas filsafat...tapi aku telat 1 jam coz ada something.hehehe yaa Rabb...susah bgt ternyata menyamakan frame di antara anggota kelompok.....tp apalah boleh buat...akhir nya CoPast juga punya teman q,,,si tika....(tika,,,makasih yaa )
Humm...jm10.00 masih di maskam aku langsung rapat mengenai acara NOBAR di LIBERTY bersama rekan q, Ridwan n hendri bentuk....persiapan acara belum terlalu matang sih...tapi insyallah semua akan lancar.hehehehe
Agenda aku selanjutnya adalah ikut seminar di perpustakaan kota Yogya....bulan mei ternyata adalah bulan buku,,,huft,,,aneh..aja kok baru tahu yaaa...padahal aku suka buku loo...yang aku tahu hannya bulan bahasa.hehehehe....
Hampir saja aku tadi gak jadi ikut seminar,,,aku tertidur 30menitan lah.....n cuaca juga panas bgt...sepertinya setan2 lg promosi virus malas pada ku....tapi akhirnya aku berangkat juga.....
Seperti ada suatu hal yang mendorong ku untuk melangkah kan kaki ke sana(bukan melangkah kan kaki sih,,,tapi mengayunkan sepeda)hehehe...
Aku berangkat denagan si Ida,,,teman kuliah ku,anak aseli pacitan ini terkejut ketika aku menghampirinya dengan sepeda onthel warna biru itu...eh di kiranya aku bawa motor,,,hehehe
Perjalanan ke perpust kota buat aku sangat menyenangkan....hal yang sangat ku suka...coz memang udah lama aku pengin berse[eda ria...dan Rabb ku pun sepertinya meridhoi langkahku menuju perpust kota ini,,,,cuaca yang tadi nya amat panas menjadi mendung,,,sang surya meredupkan sinar nya,,,,hmmm..asyik bgt.
15 menit perjuangan ke perpust kota ternyata gak begitu melelahkan...ya mungkin emang sedikit membuat aku merasa gerah.hehehe
Jam karet pun masih di adobsi di acara seminar ini..yang tadinya acara akan di mulai pukul 13.00 ech...jm 2 baru di mulai.tapi alhamdulillah sih...aku jadi gak telat.
Sesaat sebelum nya ketika sedang mengisi daftar hadir peserta seminar ada sosok ramah melemparkan senyum dan sapaan padaku,,,ku balas senyum ramah itu dengan senang hati,,,(hmm...peserta seminar nie kayak e,,pikirku)
Acara pun segera dimulai dan alangkah terkejutnya aku,,,ternyata pembicara dalam talkshow ini adalah Salim A.fillah....sosok yang melemparkan senyum ramah itu padaku tadi...aku sangat menyukai karya- karya beliau yang “renyah” untuk di konsumsi...kemudian satu lagi pembicaranya adalah bpk,sukirno...pustakawan dari fakulatas Kedokteran UGM yang notabene juga dozen di prodi aku kuliah.....
Banyak hal yang aku pahami dari pemaparan kedua pembicara yang sangat luar biasa hari ini..banyak pula ilmu yang aku dapat dari talk show ini.
Dari bapak slim A,fillah aku belajar bagaimana menjadi seorang penulis yang baik,,,”sastra adalah peradaban”kekuatan seorang penulis adalah kegigihan.... dan jadikan buku atau menulis itu sebagai sarana jejak pemahaman,,karena yang tertulis itu abadi”
Dari bapak sukirno aku belajar bagaimana menjadi pustakawan yang berfilosofi.....apa yang menjadi mind set kita terhadap perpustakaan itulah yang akan mempengaruhi bagaimana sikap kita mengelola perpustakaan.”PUSTAKAWAN adalah agen perdaban bukan hanya sebagai penyampai informasi tetapi juga seorang pembuat peradaban”
Aku tahu juga bahwa ternyata ibn taimiyah....yang karya- karyanya sangat luar biasa,,,ada dalam kisah perjalannya, karya tetrakhir beliau adalah hasil pemikiran nya yang dituangakan dalam goresan- goresan dinding penjara menggunakan arang....subhanallah.
Seperti biasa dalam setiap talkshow pasti ada sesi tanya jawab...aku pun tak mau ketinggalan untuk meng eksiskan diri,hehehehe,,,,pertanyaan pertama yang aku layangkan kepada bpk,sallim dalah tentang bagaimana kiat menjadi penulis dengan tulisan2 yang gak kacangan?
Dan pertanyaan yang kedua adalah mengenai pustakawan yang loyal pada perpustakaan nya serta tak bersikap “autis” pada pemustak a maupun perpustakaan yang di beliau kelola? Yang aku layangkan kepada bapak sukirno...
Puas sudah ketika apa yang aku tanyakan di jawab oleh kedua pembicara ini...meski rasanya aku masih haus akan jawaban- jawban yang beliau berikan..
Upss...ternyata setalah acara selesai aku dapat bukiu gratis nie....yang brjudul”THE KEY WORD:Perpustakaan diMata Masyarakat”
Buku yang amat keren buat aku coz buku ini adalah buku lilmited adition yang gak di jual di pasaran,,,kalaupun beli di acra seminar tadi,,,,aku belum bisa karna harganya cukup mahal,hehehhee(maklum, uang saku gak cukup)
Alhamdulillah...pukul 16.45an acara talkshow selesai juga,,,,saatnya bersiap untuk pulang...tapi nanggung juga mumpung bawa sepeda aku sekalian aja maen bentar sama teman- taman ku...dan akhirya pilihanya jatuh pada lesehan jagung bakar di sekitar balai Yasa(aku sendiri gak paham itu daerah mana)
Baru segigit jagung bakar pedas manis yang aku pesan sudah membuat ku kepedesan bukan kepalang...huuuuhh...emang pedes banget...rasanya tak seperti yang aku kira,,,seperti jagung bakar depan DPRD kota Reog.tempat biasanya aku dulu nongkrong menikmati jagung bakar di kota ku...hehehe...ah...jadi kangen ingin pulang.
Selesai makan,.,,,cabut,,,pulang ke kos ku tercinta di bumi sapen...alhamdulillah adzan magrib berkumandang...n juga alhamdulillah.....
Hmmm...hari ini 17 mei 2011...hari yang sangat menyenangkan untuk ku.....yaaah meski hari – hari belakangan ini aku di sibuk kan dengan berbagai aktivitas ku di kopma....hari ini pukul 08.00 agenda q belajar kelompok di maskam untuk ngerjain tugas filsafat...tapi aku telat 1 jam coz ada something.hehehe yaa Rabb...susah bgt ternyata menyamakan frame di antara anggota kelompok.....tp apalah boleh buat...akhir nya CoPast juga punya teman q,,,si tika....(tika,,,makasih yaa )
Humm...jm10.00 masih di maskam aku langsung rapat mengenai acara NOBAR di LIBERTY bersama rekan q, Ridwan n hendri bentuk....persiapan acara belum terlalu matang sih...tapi insyallah semua akan lancar.hehehehe
Agenda aku selanjutnya adalah ikut seminar di perpustakaan kota Yogya....bulan mei ternyata adalah bulan buku,,,huft,,,aneh..aja kok baru tahu yaaa...padahal aku suka buku loo...yang aku tahu hannya bulan bahasa.hehehehe....
Hampir saja aku tadi gak jadi ikut seminar,,,aku tertidur 30menitan lah.....n cuaca juga panas bgt...sepertinya setan2 lg promosi virus malas pada ku....tapi akhirnya aku berangkat juga.....
Seperti ada suatu hal yang mendorong ku untuk melangkah kan kaki ke sana(bukan melangkah kan kaki sih,,,tapi mengayunkan sepeda)hehehe...
Aku berangkat denagan si Ida,,,teman kuliah ku,anak aseli pacitan ini terkejut ketika aku menghampirinya dengan sepeda onthel warna biru itu...eh di kiranya aku bawa motor,,,hehehe
Perjalanan ke perpust kota buat aku sangat menyenangkan....hal yang sangat ku suka...coz memang udah lama aku pengin berse[eda ria...dan Rabb ku pun sepertinya meridhoi langkahku menuju perpust kota ini,,,,cuaca yang tadi nya amat panas menjadi mendung,,,sang surya meredupkan sinar nya,,,,hmmm..asyik bgt.
15 menit perjuangan ke perpust kota ternyata gak begitu melelahkan...ya mungkin emang sedikit membuat aku merasa gerah.hehehe
Jam karet pun masih di adobsi di acara seminar ini..yang tadinya acara akan di mulai pukul 13.00 ech...jm 2 baru di mulai.tapi alhamdulillah sih...aku jadi gak telat.
Sesaat sebelum nya ketika sedang mengisi daftar hadir peserta seminar ada sosok ramah melemparkan senyum dan sapaan padaku,,,ku balas senyum ramah itu dengan senang hati,,,(hmm...peserta seminar nie kayak e,,pikirku)
Acara pun segera dimulai dan alangkah terkejutnya aku,,,ternyata pembicara dalam talkshow ini adalah Salim A.fillah....sosok yang melemparkan senyum ramah itu padaku tadi...aku sangat menyukai karya- karya beliau yang “renyah” untuk di konsumsi...kemudian satu lagi pembicaranya adalah bpk,sukirno...pustakawan dari fakulatas Kedokteran UGM yang notabene juga dozen di prodi aku kuliah.....
Banyak hal yang aku pahami dari pemaparan kedua pembicara yang sangat luar biasa hari ini..banyak pula ilmu yang aku dapat dari talk show ini.
Dari bapak slim A,fillah aku belajar bagaimana menjadi seorang penulis yang baik,,,”sastra adalah peradaban”kekuatan seorang penulis adalah kegigihan.... dan jadikan buku atau menulis itu sebagai sarana jejak pemahaman,,karena yang tertulis itu abadi”
Dari bapak sukirno aku belajar bagaimana menjadi pustakawan yang berfilosofi.....apa yang menjadi mind set kita terhadap perpustakaan itulah yang akan mempengaruhi bagaimana sikap kita mengelola perpustakaan.”PUSTAKAWAN adalah agen perdaban bukan hanya sebagai penyampai informasi tetapi juga seorang pembuat peradaban”
Aku tahu juga bahwa ternyata ibn taimiyah....yang karya- karyanya sangat luar biasa,,,ada dalam kisah perjalannya, karya tetrakhir beliau adalah hasil pemikiran nya yang dituangakan dalam goresan- goresan dinding penjara menggunakan arang....subhanallah.
Seperti biasa dalam setiap talkshow pasti ada sesi tanya jawab...aku pun tak mau ketinggalan untuk meng eksiskan diri,hehehehe,,,,pertanyaan pertama yang aku layangkan kepada bpk,sallim dalah tentang bagaimana kiat menjadi penulis dengan tulisan2 yang gak kacangan?
Dan pertanyaan yang kedua adalah mengenai pustakawan yang loyal pada perpustakaan nya serta tak bersikap “autis” pada pemustak a maupun perpustakaan yang di beliau kelola? Yang aku layangkan kepada bapak sukirno...
Puas sudah ketika apa yang aku tanyakan di jawab oleh kedua pembicara ini...meski rasanya aku masih haus akan jawaban- jawban yang beliau berikan..
Upss...ternyata setalah acara selesai aku dapat bukiu gratis nie....yang brjudul”THE KEY WORD:Perpustakaan diMata Masyarakat”
Buku yang amat keren buat aku coz buku ini adalah buku lilmited adition yang gak di jual di pasaran,,,kalaupun beli di acra seminar tadi,,,,aku belum bisa karna harganya cukup mahal,hehehhee(maklum, uang saku gak cukup)
Alhamdulillah...pukul 16.45an acara talkshow selesai juga,,,,saatnya bersiap untuk pulang...tapi nanggung juga mumpung bawa sepeda aku sekalian aja maen bentar sama teman- taman ku...dan akhirya pilihanya jatuh pada lesehan jagung bakar di sekitar balai Yasa(aku sendiri gak paham itu daerah mana)
Baru segigit jagung bakar pedas manis yang aku pesan sudah membuat ku kepedesan bukan kepalang...huuuuhh...emang pedes banget...rasanya tak seperti yang aku kira,,,seperti jagung bakar depan DPRD kota Reog.tempat biasanya aku dulu nongkrong menikmati jagung bakar di kota ku...hehehe...ah...jadi kangen ingin pulang.
Selesai makan,.,,,cabut,,,pulang ke kos ku tercinta di bumi sapen...alhamdulillah adzan magrib berkumandang...n juga alhamdulillah.....
Kepercayaan
Kiat Mudah Mempercayai Orang Lain
Kepercayaan memang merupakan faktor penting dalam membina hubungan profesionalisme di dunia kerja. Selain Anda harus dipercaya, Anda pun harus mempercayai rekan-rekan kerja. Apalagi jika posisi Anda di level koordinator ataupun manager. Anda dituntut untuk mempercayai staf dan bawahan Anda.
Tapi memang mempercayai orang lain tidaklah gampang. Bagaimana tidak? Percaya pada diri sendiri pun masih tergolong sulit, apalagi percaya pada orang lain. Jika Anda tidak mempercayai rekan kerja atau anak buah sulit terjalin kerja sama yang solid.
Seorang pakar karir John C. Maxwell mengatakan bahwa orang lain mungkin berhasil atau gagal untuk memenuhi harapan Anda pada mereka. Jika Anda menunjukkan sikap keraguan kepada orang lain, mereka akan membalas kurangnya kepercayaan Anda dengan sikap sedang-sedang saja. Akan tetapi, jika Anda percaya pada mereka dan mengharap mereka bekerja dengan baik, mereka akan menjalani pekerjaan ekstra dan mengerahkan seluruh potensinya.
So, jika Anda tidak pernah mempercayai orang lain, ubahlah cara berpikir Anda dan mulailah percaya pada orang lain. Hidup Anda akan lebih baik. Kepercayaan Anda merupakan hadiah yang luar biasa. Jika Anda memberikan uang pada orang lain, maka uang itu habis dibelanjakan. Berikan sumber daya pada orang lain, maka sumber daya itu akan dimanfaatkan sepenuhnya.
Namun berikanlah kepercayaan Anda, mereka akan yakin, bersemangat, dan percaya diri. Mereka akan termotivasi untuk berkarya lebih baik lagi. Nah, akhirnya bagaimana menjadi orang yang percaya pada orang lain? Berikut Anda simak kiat berikut:
Percayalah kepada mereka sebelum berhasil
Setiap orang memiliki potensi tersendiri di dalam dirinya, walaupun potensi itu mungkin masih tersembunyi. Setiap kali Anda percaya pada mereka, Anda telah menggali potensi tersebut dan memberi kesempatan untuk berkembang. Kepercayaan Anda merupakan dorongan agar setiap orang berkembang pada waktunya.
Teguhkan kekuatan merekam
Cara terbaik untuk memperlihatkan kepercayaan dan memotivasi orang adalah dengan memusatkan perhatian Anda pada kekuatan mereka. Dengan demikian Anda membantu mereka percaya bahwa mereka memiliki apa yang mereka perlukan untuk berhasil.
Jangan lupakan kesuksesan mereka di masa lalu
Agar Anda lebih mempercayai mereka, ingatlah kesuksesan mereka di masa lalu. Keberhasilan mereka di masa lalu paling tidak, dapat memuluskan kesuksesan mereka di masa depan.
Tanamkan kepercayaan ketika mereka gagal
Meskipun mereka mengalami kegagalan hendaknya kepercayaan Anda pada mereka jangan berkuang. Bukankah kegagalan adalah bagian dari kehidupan. Tunjukkan bahwa sukses adalah suatu perjalanan, suatu proses, bukan sekedar tujuan.
Rasakanlah kemenangan bersama-sama
Setiap mereka meraih keberhasilan, cobalah rasakan bersama-sama. Yakinkan bahwa mereka sedang berada dalam kemenangan. Hal ini dapat memotivasi Anda dan mereka agar meraih kemenangan yang lebih besar.
Gambarkan sukses masa depan merekam
Anda perlu menggambarkan bagaimana visi dan bentuk sukses masa depan mereka. Hal ini akan membangun, memotivasi mereka untuk terus maju. Sehingga mereka tidak akan berhenti pada satu kesuksesan, melainkan terus mencari kesuksesan yang lebih baik.
Nah, bagaimana dengan Anda sendiri? Sudahkah Anda mempercayai orang lain? Bila belum, tips di atas boleh Anda coba. Yakin deh jika Anda menaruh kepercayaan penuh pada mereka, mereka pun akan mempercayai Anda. Sehingga kesuksesan yang didambakan akan diraih bersama. Good luck...!
Artikel from : http://www.astaga.com
Kepercayaan memang merupakan faktor penting dalam membina hubungan profesionalisme di dunia kerja. Selain Anda harus dipercaya, Anda pun harus mempercayai rekan-rekan kerja. Apalagi jika posisi Anda di level koordinator ataupun manager. Anda dituntut untuk mempercayai staf dan bawahan Anda.
Tapi memang mempercayai orang lain tidaklah gampang. Bagaimana tidak? Percaya pada diri sendiri pun masih tergolong sulit, apalagi percaya pada orang lain. Jika Anda tidak mempercayai rekan kerja atau anak buah sulit terjalin kerja sama yang solid.
Seorang pakar karir John C. Maxwell mengatakan bahwa orang lain mungkin berhasil atau gagal untuk memenuhi harapan Anda pada mereka. Jika Anda menunjukkan sikap keraguan kepada orang lain, mereka akan membalas kurangnya kepercayaan Anda dengan sikap sedang-sedang saja. Akan tetapi, jika Anda percaya pada mereka dan mengharap mereka bekerja dengan baik, mereka akan menjalani pekerjaan ekstra dan mengerahkan seluruh potensinya.
So, jika Anda tidak pernah mempercayai orang lain, ubahlah cara berpikir Anda dan mulailah percaya pada orang lain. Hidup Anda akan lebih baik. Kepercayaan Anda merupakan hadiah yang luar biasa. Jika Anda memberikan uang pada orang lain, maka uang itu habis dibelanjakan. Berikan sumber daya pada orang lain, maka sumber daya itu akan dimanfaatkan sepenuhnya.
Namun berikanlah kepercayaan Anda, mereka akan yakin, bersemangat, dan percaya diri. Mereka akan termotivasi untuk berkarya lebih baik lagi. Nah, akhirnya bagaimana menjadi orang yang percaya pada orang lain? Berikut Anda simak kiat berikut:
Percayalah kepada mereka sebelum berhasil
Setiap orang memiliki potensi tersendiri di dalam dirinya, walaupun potensi itu mungkin masih tersembunyi. Setiap kali Anda percaya pada mereka, Anda telah menggali potensi tersebut dan memberi kesempatan untuk berkembang. Kepercayaan Anda merupakan dorongan agar setiap orang berkembang pada waktunya.
Teguhkan kekuatan merekam
Cara terbaik untuk memperlihatkan kepercayaan dan memotivasi orang adalah dengan memusatkan perhatian Anda pada kekuatan mereka. Dengan demikian Anda membantu mereka percaya bahwa mereka memiliki apa yang mereka perlukan untuk berhasil.
Jangan lupakan kesuksesan mereka di masa lalu
Agar Anda lebih mempercayai mereka, ingatlah kesuksesan mereka di masa lalu. Keberhasilan mereka di masa lalu paling tidak, dapat memuluskan kesuksesan mereka di masa depan.
Tanamkan kepercayaan ketika mereka gagal
Meskipun mereka mengalami kegagalan hendaknya kepercayaan Anda pada mereka jangan berkuang. Bukankah kegagalan adalah bagian dari kehidupan. Tunjukkan bahwa sukses adalah suatu perjalanan, suatu proses, bukan sekedar tujuan.
Rasakanlah kemenangan bersama-sama
Setiap mereka meraih keberhasilan, cobalah rasakan bersama-sama. Yakinkan bahwa mereka sedang berada dalam kemenangan. Hal ini dapat memotivasi Anda dan mereka agar meraih kemenangan yang lebih besar.
Gambarkan sukses masa depan merekam
Anda perlu menggambarkan bagaimana visi dan bentuk sukses masa depan mereka. Hal ini akan membangun, memotivasi mereka untuk terus maju. Sehingga mereka tidak akan berhenti pada satu kesuksesan, melainkan terus mencari kesuksesan yang lebih baik.
Nah, bagaimana dengan Anda sendiri? Sudahkah Anda mempercayai orang lain? Bila belum, tips di atas boleh Anda coba. Yakin deh jika Anda menaruh kepercayaan penuh pada mereka, mereka pun akan mempercayai Anda. Sehingga kesuksesan yang didambakan akan diraih bersama. Good luck...!
Artikel from : http://www.astaga.com
aku dan perpustakaan
18 MEI 2011
Aku (nerd) dan Perpustakaan
Bismillahirohmannirihim..........
Disini sebebarnya tak tahu apa yang akan aku tuliskan...tapi aku rindu untuk menuliskan apa yang ada dalam benak ku....hingga saat jemari ku mengetik ini pun lamunan ku masih belum sempurna untuk memikat azzam ku menulis..akhirnya aku menulis kata ini lah sebagai bahan tulisanku.....gak tahu juga kenapa aku menulis judul seperti diatas,,,,tapi setidak nya itu akan menambah inspirasi ku...ya sudah lah...mungkin kaerna hari – hari ini aku sedang happy2 nya baca buku THE KEYWORD yang aku dapat kan gratisan kemarin so,kayaknya aku pengen crita aja dech tentang aku,nerd buku dan perpustakaan.hhehhehee
***
Ok.siap di mulai yaaaa..... J
Aku dibesarkan di lingkungan yang sangat sederhana di sebuah desa yang jauh dari keramaian kota,background pendidikan orang tua ku pun hanya sampai pada tingkat SMP.meski orang tua ku bukan kalangan Elite Intelektual,tapi aku berkembang menjadi anak yang tergolong rajin membaca,aku sangat suka membaca....tak peduli,bacaan apa saja yang aku temui aku baca, dari buku- buku textbook yang di pinjamkan sekolah hingga bungkus tempe dan koran bungkus ikan laut yang ibu ku beli dari pasar pun sering aku baca.aku masih ingat ketika pertama kali bapak ku membelikan aku buku bahasa inggris dan atlas dunia,,buku itulah buku pertama yang ku miliki saat aku mulai gemar membaca,,dan sampai saat ini buku bahasa inggris berjudul belajar Cepat Mahir berbahasa Inggris Sistem 18 jam itu masih aku rawat meski sudah terlihat kusam dan buku ini pun yang membuat ku suka belajar bahasa inggris,,kini buku itu aku wariskan kepada adik ku yang duduk di bangku kelas tiga SD.
Di desa tempat aku masa sekolah dulu yang namanya perpustakaan belumlah seperti sekarang ini....yang namanya buku referensi dan bacaan ya hanya lah buku LKS dan textbook pelajaran sekolah, padahal aku saat itu sangat suka cerpen.ketika pelajaran bahasa indonesia aku sangat antusias,,apalagi ketika di minta ibu guru membaca cerpen di LKS.masih sangat jelas aku ingat ketika aku kelas empat SD, buku IPS terpadu milik Ibu nurdiyati,salh seorang guru terbaik ku di SD itu menjadi rebutan antara aku dan dua orang teman ku lainya,,,sungguh sangat ironis,minat baca tinggi namun sarana dan prasarana tidak memadai,,kami saling berebut buku terbitan intan pariwara itu hingga satu halaman dari buku itu sobek.
Orang tua yang mengetahui betul bahwa aku suka membacapun ternyata merespon minat ku,beliau membeilkan ku buku- buku pelajaran sekolah yang di jadikan buku pegangan oleh para bapak ibu guru pengajar.aku sanagt senang sekali,karna teman – teman ku tak punya buku yang aku miliki,dan teman2 pasti berkumpul belajar di rumah ku untuk Mengerjakan tugas bersama. Karena buku- buku itulah prestasi belajar ku meningkat dan orang tua ku selalu menjanjikan untuk membelikan aku sebuah buku ketika aku mendapatkan ranking di kelas.
Saat memasuki bangku SMPaku bersekolah di sebuah SMP di kecamatan,ya aku memang masih di pinggiran tak begitu jauh dari Rumah ku,,aku mulai dapa tersenyum manis karena SMP tempat aku bersekolah sudah mempunyai Perpustakaan.ya Hal ini jauh lebih baik daripada kondisi ketika aku SD.
Perpustakaan di SMP yang luasnya sekitar 2,5 X 6 M inibisa di bilang sangat sempit,,apalagi koleksi bahan pustakanya juga tidak terlalu banyak,hanya berisi buku- buku pelajaran dan buku- buku satra..tak ada ensiklopedi ataupun karya- karya asing di rak perpustakaan itu.jam buka perpustakaan pun hanya ketika jam istirahat,hal ini di karenakan tidak ada tenaga khusus yang bertugas mengelola perpustakaan, Bu Tri dan Bu heni adalah guru bahasa indonesia dan Guru Ekonomi yang selalu meluangkan waktu ketika jam istirahat untuk membuka pelayanan di perpustakaan.
Setiap jam istirahat aku pasti bermain dengan buku- buku yang ada di perpustakaan mungil itu...sering kali aku meminjam buku- buku satra ketika tidak ada tugas pelajaran sekolah.
Suatu sore ketika Aku sedang Asyik membaca sebuah novel karya Buya HAMKA,tenggelamnya Kapal Van der Wijk,ups.....bapak ku melihat buku yang aku baca,beliau menegurku halus
“buku opo sing kok woco nduk??mbok yo buku pelajaran ae.ojo nganeh- aneh??”
Yah begitu lah bapak ku, beliau memang terkadang sedikit protektif,beliau memintaku hanya membaca buku- buku yang ada kaitan nya dengan pelajaran sekolah...tapi aku terkadang juga tak menghirau kan perintah orang tua ku,setiap kali aku meminjam buku di perpustakaan, jatah maksimal dua buku itu akau pasti meminjam satu buku sastra entah itu novel atau pun cerpen,hingga ibu Tri,guru bahasa kesayangan ku itu sudah hafal kalau setiap meminjam buku pasti satu buku pelajaran dan satu buku Sastra.sedikit nakal juag,aku sering menggunakan kartu perpustakaan temanku untuk meminjanm buku,yah aku pikir itu adalah cara nakal yang piter n bermanfaat. J
Ada satu kisah menarik yang aku alami berkaitan segala momen yang terjadi di perpustakaan dari aksi rebutan buku bacaan dengan teman hingga menemukan surat cinta yang terselip di sebuah buku..sepertinya kok lebay banget ya,kayak kisah- kisah sinetron.bedanya kalau sekarang cerita- cerita cinta dirangkai di tempat- tempat “sepi” atau romantis,,saat itu perpustakaan menjadi tempat asyik untuk membuat janji dengan si Doi.yah tak apalah dari pada perpustakaan itu sepi bagai kuburan para pahlawan abadi,atau yang di sebut dead author oleh pak Putu L.pendit di Buku The Key Word:perpustakaan Di Mata Masyarakat.
Ketika itu aku meminjam sebuah Cerpen Yang berjudul Cowok Cantik,tak ku sangka-tak terduga di dalam buku tersebut ada secarik kertas Cantik berisi surat cinta,,,,hmmmm,sayang nya surat cinta itu bukan untuk ku.hehehe J
***
Memasuki Bangku pendidikan Di SMA,,keinginan ku untuk mengkonsumsi pengetahuan dari buku semakin menjadi.Senang rasanya karena perpustakaan SMA ini jauh lebih baik dari Perpustakaan SMP ku.yah,,minimal perpustakaan Ini berdiri dengan gedung tersendiri seluas 7x7 m.tak seperti perustakaan SMP yang mungkin letaknya terjepit diantara ruang kelas.koleksi bukunya pun jauh lebih banyak,aku sedikit di manjakan oleh beragam buku yang ada.seneng banget lah pokoknya.
Perpustakaan ini di kelola oleh seorang petugas perpustakaan lulusan D3 Akuntasi, karena pelatihan yang di ikutinya lah beliau menjadi petugas perpustakaan.beliau lumayan ramah.bahakn sering aku curhat atau pun minta diajari ketika ada tugas yang tak bisa aku selesaikan.Dan sebenarnya,karena kedekatan ku dengan buku,perpustakaan serta petugas perpustakaan yang sering ku sapa mbak sri inilah yang mengukuh kan azzam ku untuk mengambil jurusan Ilmu perpustakaan. Dari beliau lah aku mencari tahu informasi perguruan tinggi tempat aku mengeyam bangku kuliah saat ini. Masih sangat aku ingat bagaimana aku merengek- rengek minta di ajari membuat Call Number dan Katalog,,cukup sulit juga saat aku belajar.bahkan saking penasaranya aku meminjam paksa buku persepuluahan DDC edisi Ringkas. Di rumah aku pelajari sedikit demi sedikit tapi aku pun tak kunjung paham,hehehe
Ada satu cerita lucu ketika aku sedang membaca buku di sudut Rumah Gudang Ilmu tersebut,sebuah buku berjudul Dawai Cinta,buku hardcover Pink itu memang di taruh di rak, tapi tidak di pinjamkan,hanya boleh di baca di tempat saja.hingga ada seorang guru yang menegurku
“kamu itu belum saatnya,nduk baca buku cinta- cinta ngono kuwi??nanti saja kalau sudah GedE”
Hmmm,,,,perasaan Seumuran anak SMAkelas 1 gini gak Bakalan Tabu-tabu amat bicara soal cinta. J
Ada pula buku seri Harry Potter yang malah di simpan oleh mbak sri, ketika aku tanya alasannya kenapa,eh ternyata takut jika buku tersebut Hilang.hmmmm,cukup membingungkan.tapi iya juga sih,tak menuntup kemungkinan tindakan kriminal terjadi di perpustakaan.hehehehe
Perpustakaan ini multi fungsi juga,tak hanya sebagai membaca,tempat belajar,atau pun rekreasi malah perpustakaanini sering di gunakan untuk ruang rapat,diskusi kelas,gossip bahkan tempat”mojok” para pengukir jisah kasih di sekolah.lengkap sudah fungsi perpustakaan. Jadi memurut aku,tulisan “HARAP TENANG” di dinding- dinding perpustakaan tak berlaku lagi,jika di perpustakaan Terkesan Saklek Sepi,tak ubah nya ruangan itu layaknya kuburan elite. Desain ruang dan tata letak buku di perpustakaan itu harusnya di setting sebagus mungki sesuai kebutuhan pemustaka,sehingga para pemustaka nyaman untuk berlama- lama di dalam nya.
Karena aku sering banget berkunjung ke perpustakaan,meski hanya sekedar main aja,teman- teman ku sampai hafal kalau aku tak di kelas mereka mencariku di sudut ruangan yang merupakan surga bagiku. Tak ayal julukan kutu buku,cewek nerd pun aku sandang.sampai sekarang aku masih brtanya- tanya,Kenapa orang yang sering di perpustakaan identik Dengan Image “CUPU”??? J Bagiku tak masalah karena its my self, cewek nerd itu cool kok.Nerd???why not,So what !!
Ketika akhir kelas 3 SMA,semua teman- teman lagi pada sibuk- sibuknya mengurus Pendaftaran Di PT.tapi aku masih saja tak bergeming karena orang tua ku awalnya tak mengizinkan aku untuk melanjutkan study di luar Kota. Sempat aku terpuruk kurang lebih dua minggu dan ngambek dengan orang tua ku. Tapi dengan cara itulah akhirnya ortu aku mampu meluluhkan hati ibuku,yah meski penuh perjuangan bujuk rayu untuk meyakinkan orang tua ku. Namun Tak hanya sampai disitu om dan nenek ku menginginkan aku menjadi seorang guru namun ortu memberikan kepercayaan penuh padaku mengenai jurusan apa yang akan aku pilih.
***
Aku mengikuti UMPTN jalur Reguler Di sebuah Universitas yang di suarakan kampus Rakyat,kampus perjuangan di kota budaya dan pelajar ini. Kata hatiku mengatakan bahwa pilihan prodi pertama adalah S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi,tapi mengingat keinginan nenek ku,dengan berat hati ku putuskan Pend.Kimia sebagai Pilihan pertama Dan Ilmu Perpustakaan sebagai pilihan kedua. Namun dalam hati aku berharap tidak diterima di jurusan pilihan pertama.
Alhamdulillah, Allah memang mahamengetahui.Aku di terima di Prodi Ipi,seneng bgt rasanya.
Pada suatu perjalana pulang kampung,,aku sempat ngobrol dengan kondektur bus yang aku tumpangi,
“kuliah teng pundi mbak?”
“wonten Yogyakarta mas”
“ohh.. Yogyakarta.emange urusan nopo??”
“ilmu Perpustakaan mas”.
“gek erep dadi opo?gajine ra sepiro to mbak,emange sampean betah jogo perpustakaan,sepi ngono??”
Yah itulah secuil obrolan ku dengan pak kondektur ketika di perjalanan sepanjang jalan Solo KM.15.sungguh menyedihkan.ternyata perpustakaan dimata masyarakat sangat lah rendah dan profesi sebagai pustakawan di angaap tak berkualitas hanya di pandang sebelah mata sebagai profesi kelas dua. Namun aku tak bisa diam dan pasrah begitu saja ketika orang lain nge judge purpustakaan dan segala yang terkait di dalamnya adalah hal yang gak bermutu. Aku yang memang sedikit cerewt plus bawel ini mulai beraksi berceloteh ria.ya aku sedikit demi sedikit menjelaskan seperti apa sih perpustakaan de el el.mungkin apa yang aku laukakan tak akan berpengaruh besar namun setidaknya aku berharap dengan dakwah yang simple seperti ini (mungkin) bisa mengubah mind set masyarakat terhadap brand image perpustakaan yang negativ di mata masyarat.
***
Sudah menjadi Agenda rutin dari Perpustakaan Pusat Universitas mengadak User Education bagi Mahasiswa Baru.
Subhanallah..pertama kali aku menginjakkan kaki di lantai satu Gedung perpustakaan itu,takjub rasanya. Perpustakaan yang sangat mewah,sgala sesuatunya membuatku merasa mungkin inilah sebuah perpustakaan yang bisa aku katakan benar- benar surga kenyamanan bagi pemustaka. Berbagai layanan dan informasi yang tak ada habisnya untuk di cari, sarana dan prasarana nya juga canggih.KEREN banget.T O P B.G.T lah.
Perpustakaan yang mungkin pada lantai dasar bisa di sebut layaknya Lobi Hotel ataupun Lobi bandara ini terbagi menjadi empat lantai di mana lantai satu di gunaka sebagai lobi,ruang santai dan loker.lantai dua di gunakan untuk buku- buku refernsi dan skripsi. Sedangkan lantai 3 dan 4 di isi dengan buku- buku yang di sirkulasikan. Akses Wifi yang ada di perpustakaan ini juga memanjakan para pemustaka dalam mencari informasi ataupun mungki hanya sekedar OL untuk Up date Status Facebook JJ
Namun ada secuil rasa sesal yang belakangan ini aku rasakan berkaitan dengan pelayanan yang aku dapat kan dari petugas perpustakaan mewah itu. Moment yang tak mengenakan hati,hal ini berawal ketika kelas mata kuliah pengantar ilmu perpustakaan, karena sang dosen sedang ada kepentingan maka kami ada kelas mandiri untuk mencari contoh kongkrit dari definisi Data,informasi dan Pengetahuan. Saat itu aku berinisiatif untuk mengajak teman- teman untuk mncari informasi data base buku yang ada di perpustakaan good Looking ini. Ketika aku mengutarakan maksud untuk di tunjukan database koleksi bahan pustaka,rasanya apa yang aku sampaikantak di dngarkan.Boro- boro di sambut senyum manis dari Raden Ngabei jogo Pustoko, ucapan salam ku saja tak di jawab.beliau langsung mengangkat inforamasi yang bertuliskan “TIDAK MELANYANI KEGIATAN SIRKULASI.SISTEM DALAM PERBAIKAN”,yah itulah tulisan yang di hadapkan tepat di dapan air muka ku. Dalam hati ku menggerutu, dan sempat mengumpat pula karana memang baru kali ini aku menemui nabi informasi yang “serem”. Dan ironisnya tak hanya aku yang mengalami kejadian tak mengenakan dengan petuga perpustakaan,banyak teman- teman ku yangjuga mengalami nasib serupa tapi tak sama dengan ku. Keluhanya semua sama yaitu:”KETIDAK NYAMANAN AKIBAT KETIDAK RAMAHAN”. Sepertinya image serem dan ngebosenin dari petugas perpustakaan ini telah tercover dalam ikiran ku.meski tak semua pustakawan seperti itu,tapi pepatah yang mengatakan karena nila setiitik rusak susu sebelangga ini bisa menjadi analogi yang cocok.karena segelintir oknum di lembaga Penyedia informasi ini ber image neegativ,maka tak menutup kemungkinan akan berpengaruh terhadap pencitraan pustakawan lain.(mungkin)
Berangkat dari peristiwa peristiwa tersebut aku ingin belajar dan belajar.agar kelak nantinya aku bisa menjadi sosok pustakawan yang menyenagkan dan bisa menjadi pustakawan yang mampu memberikan senyuman ikhlas nan manis bagi orang- orang yan berinteraksi dengan ku.dan akhirnya Aku ingin Mengikrarkan Bahwa PERpustakaan Adalah Tempat SURGA ILMU,Pustakawan adalah profesi yang Menyenangkan PLUS Pemustaka itu Bukan lah SOSOK “cupu(nerd)”.ok.ok
AKU BANGGA KULIAH DI PRODI IPI
“I WILL BECOME A FRIENDLY LIBRARIAN”
Langganan:
Postingan (Atom)


